Book Appointment Now

Ringkasan Event KPI

Strategi gagal bukan karena kurang komitmen, tetapi karena gagal diterjemahkan.
Dalam HR Stories Meet Up #6, kami mendapatkan perspektif tajam dari Hadiati Nurul Dzulkaidah dan Andreas Chang tentang bagaimana alignment harus diubah menjadi eksekusi nyata. Mbak Hadiati menekankan bahwa sistem manajemen kinerja harus bergerak dari sekadar administratively compliant menjadi strategically useful, dengan KPI sebagai sistem navigasi yang dijalankan melalui alignment, ritme review, dan konsekuensi yang jelas. Sementara Pak Chang, mengacu pada kerangka Balanced Scorecard, mengingatkan bahwa KPI membentuk perilaku, perilaku membentuk budaya, dan budaya yang konsisten adalah fondasi Sustainable Competitive Advantage.
Tiga hal yang bisa dibawa pulang:
• KPI adalah pembentuk budaya, apa yang diukur dan diberi reward akan membentuk cara tim berpikir dan bertindak.
• Alignment tanpa ritme eksekusi dan konsekuensi hanyalah ilusi manajerial.
• Keunggulan jangka panjang lahir dari konsistensi menerjemahkan strategi menjadi tindakan harian.
Terima kasih kepada Mbak Hadiati dan Pak Chang atas insight yang membuka perspektif. Terima kasih juga atas moderator dan CEO HR Stories, Mas Khalid, yang membuat diskusi ini hidup dan relevan. Apresiasi untuk community partners HRD Gen Z, OD.ID, HR Retail, dan HR Cafe. Last but not least, Terima kasih untuk Peopleshift dan BINUS Business School yang sudah support acara ini.
#HR #Community #Event #Insight
